muhammad_yurish

Blog Entrybahasa JermanMay 2, '08 7:43 PM
for everyone

(sory yah, q cuma copy paste dari wikipedia,,,moga aja gak bikin aku diklaim sebagai anggota 'HMCP' alias Himpunan Mahasiswa Copy-Paste) hehehehe....

-------

Bahasa Jerman, adalah nama sebuah bahasa Jermanik barat yang telah mengalami pergeseran bunyi Jermanik kedua. Bahasa ini adalah salah satu bahasa yang luas dipertuturkan di Eropa.

Bahasa Jerman masih dekat dengan Bahasa Belanda dan lebih jauh juga Bahasa Inggris. Tetapi bahasa Belanda termasuk rumpun bahasa Jermanik hilir sedangkan bahasa Jerman termasuk rumpun bahasa Jermanik hulu. Perbedaan keduanya terutama terletak pada beberapa bunyi yang telah bergeser

Di Eropa Timur, bahasa ini merupakan bahasa asing kedua yang sangat luas dikenal. Beberapa daerah di Eropa Timur, jaman dahulu kala banyak dihuni oleh orang etnik Jerman. Setelah Perang Dunia II sekitar 12 - 15 juta jiwa orang Jerman diusir dari Eropa Timur.

Di Perancis, bahasa ini dipertuturkan oleh sekitar 2 juta jiwa penduduk negara ini. Tetapi di sana bahasa ini tidak memiliki status resmi.

Ada banyak istilah bahasa Jerman yang juga dipakai dalam bahasa-bahasa lain. Dalam Bahasa Inggris istilah "kindergarten" (taman kanak-kanak) berasal dari "Kindergarten". Orang Perancis mengunakan "leitmotiv" yang juga diambil dari Bahasa Jerman.

Contoh lain adalah: "butterbrot" (roti mentega) dalam Bahasa Rusia, "arubaito" (dari "Arbeit" - pekerjaan) dalam Bahasa Jepang, "le waldsterben" (kematian hutan) dalam Bahasa Perancis, "besserwisser" (sok tahu) dalam Bahasa Finlandia.


Blog Entrycuma aku, ko! ^_^May 2, '08 7:05 PM
for everyone
aku ya aku
aku bukan kamu
aku bukan bapakku
aku bukan kakekku
aku bukan presidenku
aku bukan Nabiku
aku juga bukan Tuhanku!!!

aku adalah diriku
noktah kecil di tengah belantara dunia
berkelindan bersama noktah-noktah dan eksistensi yang lain
merambati puncak yang puncak
menggali sedalam yang paling dalam
menjangkau muara yang tak terjangkau

aku adalah perjalanan
awal-akhirku bukan sekadar terminal

aku cuma seonggok makhluk kumuh
yang bahkan tak pernah aku miliki diriku
sendiri..
dengan mudah aku tercampak
dengan mudah aku terhina
dengan mudah aku gila!

inilah aku!
dzahirku ada di seujung kepala-kuku
mata-tangan kaki-limpa-darah-kelamin-kulit-jantung-telinga-hidung-usus-alveolus-
aku adalah bangunan
sekujur anatomi hingga takaran yang tak lagi bisa ditakar
Batinku ada 'disini'
-maaf kau tak melihatnya-
sebab aku sendiri pun bahkan tak bisa mengindranya

aku muncul bersama-sama dengan konsekuensi ke'manusiaan'ku
(heh! mudah-mudahan klaim kemanusiaanku tidak salah)
menjadi subordinat penciptaku
yang mencandra seisi semesta;
sebagai diriku, sebagai anak, cucu, kakak, saudara, tetangga, siswa, guru, seorang 'abid, pendosa, yang dibenci, yang dicintai, yang diharapkan, yang mengharapkan, yang sakit-menyakiti-disakiti, yang menyebalkan, individu masyarakat, individu bangsa-dunia, perampok, yang dirampok, dan sejuta keadaan lainnya...
"aku bukan diriku!"
-kau pasti tahu maksudku, bukan?-

yah!
aku (yang membentang) antara diriku dan bukan aku
itulah AKU
^_^

Blog EntryTantangan Dunia Perminyakan Dua Dekade KedepanMay 1, '08 9:51 PM
for everyone
Dalam pertemuan The 11th International Energy Forum (IEF) di Roma, Italia (20-22/4), OPEC memaparkan background paper (BP) tentang pandangan organisasi tersebut mengenai tantangan yang harus dihadapi oleh dunia perminyakan dalam dua dekade mendatang.  Tujuan utama dari BP tersebut adalah tercukupinya kebutuhan pasar, dengan harga yang pantas serta adanya keuntungan yang seimbang bagi investor.  OPEC menekankan perlunya dialog konstruktif, multilateral, dan tepat sasaran sebagai pijakan penting dalam menghadapi tantangan kompleks tersebut.

OPEC menyampaikan kekhawatirannya bahwa dalam jangka pendek dunia harus menghadapi terus berlanjutnya ketidakstabilan pasar minyak serta meningkatnya tingkat spekulasi yang menjadi pemicu principal driving force fluktuasi harga minyak global.  Perkembangan itu telah mendorong harga minyak mentah menjadi seolah terpisah dari fundamental supply dan demand.  OPEC juga memproyeksikan bahwa permintaan energi akan terus tumbuh di masa yang akan datang, serta minyak akan tetap dapat mempertahankan posisinya dalam world energy mix.  Sumber minyak mentah dunia diperkirakan akan tetap dapat memenuhi proyeksi permintaan global, ditambah dengan adanya non-conventional oil yang dapat dieksploitasi. 

Di tengah tingkat ketergantungan dan integrasi energi dunia yang semakin meningkat, OPEC menyerukan perlunya pendekatan realistis untuk mengembangkan renewable energy.  Negara produsen minyak diperkirakan akan memerlukan akses yang lebih luas terhadap penggunaan teknologi terbaru yang mampu menopang program capacity expansion mereka.  Melalui BP ini, OPEC berharap dapat membawa perubahan ke arah yang lebih produktif dalam The 11th International Energy Forum.

sumber: http://www.esdm.go.id/berita/migas/40-migas/1696-tantangan-dunia-perminyakan-dua-dekade-kedepan.html

Blog EntryInternational Youth Exchange 2008 --> ICYEPMar 25, '08 6:32 AM
for everyone

Awalnya sih liat di papan pengumuman Depan UPT perpustakaan UGM Unit I, menarik juga... ikutan ah.....
=================


What is implied in ICYEP?
ICYEP stands for Indonesia Canada Youth Exchange Program. This program is coordinated by the Ministry of Youth and Sport (Menpora) and Canada World Youth using the concept of learning through experiences. The participants could find vast learning space in the community, either during in Canada or Indonesia. The participants join the program for approximately 8 months comprising two phases based on the program sites, which are Indonesia and Canada.

Who can be the participants?
All Indonesian citizens who qualify and pass the selection process coordinated by the Ministry of Youth and Sport could participate in this program. The whole participants consist of participating youths, project supervisor, and foster families.

Where does the fund come from?
The fund is budgeted from the development account of both countries through Canada World Youth and Ministry of Youth and Sport of Indonesia.

What are the activities during the program?
Each year, the activities during the program are scheduled based on the work plan approved by both countries. Generally, the activities comprise of social work, community development in mostly rural areas, and “on hand” experience giving activities in cross cultural understanding.

Who are involved in the program?
The participating youths, foster families, and project supervisor. The participating youths are Indonesian youths aged between 19-23 years old who have beforehand qualified the forthright selection process in provincial level. The foster families are the families where the participants stay during the program, either in Indonesia or Canada. During the entire program and home stay, each participant will be coupled with a male or female counterpart from the Canadian side. Project supervisor is a program alumna who has qualified the requirement and passed through the selection process as well.

What are the main activities?
Consist of Work Placement and Educational Activity Day. The Work Placement is where we learn professionalism and supervised by a stakeholder in the workplace. Each participant must work in at least one workplace which basically owns the same principle either in Indonesia or Canada which is to learn how a social effort can be bear in its truthful meaning using modern management principles. Educational Activity Day or Village Day is a day in each week during the program where a series of activities and creativities yet packed with logics is held by and for the participants.

What are the advantages obtained by joining the program?
To participate the program is to gain an experience of a lifetime which is meaningful, resourceful, and useful lessons for as long as you live. Within seven months on the program alone, it can much reflect years of learning process on the school benches and yet enriched with dynamic activities and rational thought and sensations. Through the experiences of interacting with different situations and human characters, the participants could avoid themselves from arrogance, antipathy, and misjudgment to the kin as well as to reach back to their roots and cultures they belong. The participants will be able to open and clear their minds as a basic requirement for intellectual and courteous personality. The participants are therefore expected to be the world citizens who continuously contribute to the community with all their strength wherever they are.

http://www.geocities.com/pcmi_jogja/icyep.htm

Blog EntryJanji mereka, juga janjikuMar 4, '08 6:27 PM
for everyone

IKRAR

Kami santriwan santriwati Taman Kanak-Kanak Al-Quran

Masjid Lembah Code AL-Mabrur

 

Demi Baktiku pada Ilahi

Dan Cintaku Kepada AL-Quran Suci

 

Aku berjanji :

1. Rajin sholat sepanjang hayat

2. Tak lupa mengaji setiap hari

3. Berbakti kepada ayah dan ibu

4. Taat dan hormat kepada guru

5. Menuntut ilmu tiada jemu

6. Setia kawan dan suka memaafkan

===============================================================

Sore itu memang terasa lain buatku. Lelah dan gerah (jawa: sumuk) sudah tak lagi terasa sebagai penyakit yang membuatku lungkrah. Setelah sekitar satu jam setengah-an aku dikerjai dan mengerjai anak-anak yang konyol, ribut, dan menggemaskan. Terkadang aku pun ikut-ikutan konyol, berlagak seperti anak kecil yang menggelikan. Kadang batinku sering mengatai diriku: gila! Aku pun tertawa sendiri ketika sesekali mengingatnya sambil makan, belajar, naik bis atau saat lainnya.

Belum lama kelas kububarkan. Setelah membaca doa dan mengadakan “lomba anteng-antengan” satu per satu santri TKA 1 pulang, sambil tentunya, melakukan ritual cium tangan gurunya: aku! Aku sering membatin… “duh… adakah penghormatan semacam ini layak buatku? “ ^_^ dasar manusia, GR juga aku… (payah!)

Masih dalam dudukku. Aku melihat kertas berwarna merah muda. Di meja paling depan dekat denganku. Aku meraihnya. Membacanya. Sebuah catatan Ikrar santri yang biasanya dibaca menjelang pelajaran dimulai. Anak-anak terkadang membacanya dengan antusias, sambil menjerit-jerit. Ini yang kadang bikin aku kewalahan, penging! Untuk menahan brisiknya, aku sering merapatkan kedua tanganku di telinga. Sambil berlagak kesakitan, dengan mimik yang –boleh jadi- sangat konyol. Alih-alih menahan brisik, tawa anak-anak malah pecah, Ikrar pun tak selesai di baca. Ini yang kadang membuatku jadi sadis ; menyuruh mengulangnya berkali-kali sampai benar dan selesai. Teganya…. :p

Entah kenapa waktu itu aku jadi sangat tertarik dengannya. Beberapa baris kalimat yang tercetak dibingkai kontur hitam itu membuatku bertanya-tanya pada diri. Apakah ikrar/ janji yang aku ajarkan pada anak-anak itu sudah menjadi bagian dari hidupku? Paling tidak, pernahkah aku juga menjadikannya sebagai janji yang –dengan sadar- diucapkan sebagai tekad yang harus aku penuhi??

Dimulai dari janji yang pertama. “Rajin sholat sepanjang hayat“. Ini benar-benar menohok diri saya. Sholat?? Serajin apakah sholatku selama ini? Seberapa seringkah aku meninggalkan kesempatan untuk menjalankannya bersama teman-teman dan warga secara berjamaah? Atau, sedisiplin apakah aku sehingga tidak jarang menjadi masbuk, dan sering menjalankannya tidak di awal waktu….??? Segerombolan pertanyaan memenuhi langit-langit kepalaku.

Sholat, sebagai kunci dari keimanan manusia, meniscayakan kesungguhan dalam menghamba kepadaNya. Ia menjadi salah satu perlambang akan kerendah-hatian manusia di hadapan Pencipta. Hanya sayang, keadaanku jauh dari seharusnya. Sholatku masih identik layaknya rutinitas keseharian yang jarang aku maknai dalam kehidupan. Khusyu adalah kalimat yang –boleh jadi- tidak pernah aku raih dalam sholatku: terlalu susah! Bahkan, sholat terkadang menjadi alat yang ampuh untuk menggenapi pemberontakan batinku atas warna –dari segolongan- agamaku yang terlalu buram dan menyeramkan. Yang terlalu PeDe mengobral Justifikasi sesat dan murtad pada manusia lain (atau minimal diluar kelompoknya). Dalam beberapa hal, aku sering menjadi korbannya. Amat sering, bahkan!

“Tak lupa mengaji setiap hari”. Aku miris. Tidak hanya sekedar lupa. Seringnya aku bahkan menyengaja untuk tidak mengaji. Malas, atau.. entahlah. Aku kembali menanyai masa laluku dari hari itu. Jauh berbeda dengan saat-saat dulu waktu aku masih sering ke madrasah, ke pesantren, atau masih mulangi tetanggaku setiap selesai Maghrib. Ngaji adalah ibadah yang hampir tak bisa dipisahkan. “Selain ayat qouliyah, Allah juga punya ayat kauniyah. Segala detail kehidupan merupakan tanda dari keagunganNya. Mengaji pada hakikatnya adalah sebuah upaya pembacaan atas pesan-pesan Allah. Untuk kemudian mentransformasikannya dalam amal shalih yang harus dikerjakan di setiap detik yang kita jalani“ Aku kembali teringat dengan kata-kata seorang temanku…

Aku melanjutkan ’ekspedisi’ batinku. Sore itu, sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di kedalaman keyakinan, yang termanifestasi dalam aktifitas keseharian. Aku, manusia yang sangat jauh dari pantas untuk dimaksud sebagai manusia (sebagai makhluk yang sengaja diciptakan untuk bertakwa). Terlalu jauh untuk dedekati dengan kata Shaleh, apalagi Taqwa!

Pada akhirnya, muncullah sebuah pertanyaan tentang duniaku: Sampai kapan, kawan?

Sore yang sudah sendekala itu akhirnya pecah oleh lantunan Adzan dari corong speaker diatas bangunan masjid. Aku beranjak, mengahiri perenungan singkat dengan sebuah keinginan; menghayati tiap-tiap janji yang kuucapkan bersama santriku di ruang kelas. Bersama si kembar Gandes dan Ganis, Irul, Dira, Yosi, Chindy, En-en, Nisa, Salma, Akbar, Deva, Bella, Adi, serta yang lain. Dan tentu saja, dengan penuh kesadaran akan berusaha untuk menjalaninya dengan tekad yang kuat. Janji, adalah hutang yang harus dibayar! Bismillah….

Lembah Code, 28120


Blog EntryBismillah.............Mar 21, '07 1:27 AM
for everyone
Dengan menyebut asma Allah, Sang Pemberi karunia kehidupan. Segala Puji bagi Engkau, Tuhan semesta raya, Yang karena KeMahaKasihNya-lah ku masih di belai dengan sejuta nikmat dunia.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help